Webinar dengan tema Gelora Pancasila di Tengah Pandemi Covid-19, sukses digelar Unisba Blitar
Webinar dengan tema Gelora Pancasila di Tengah Pandemi Covid-19, sukses digelar Unisba Blitar

Bulan Bung Karno yang jatuh pada tiap Juni diperingati secara sederhana oleh Universitas Islam Balitar (Unisba) Blitar.

Pusat Studi Pendidikan FKIP Unisba Blitar menggelar Webinar memperingati Hari Lahir Pancasila dengan tema “Gelora Nilai Pancasila di Tengah Pandemi Covid-19”.

Baca Juga : Khofifah Minta Mahasiswa Ma'had UIN Malang dari Daerah Episentrum Dites Swab

Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari kalangan mahasiswa, akademisi dan masyarakat umum melalui aplikasi Zoom dan disiarkan langsung melalui Channel You Tube FKIP Unisba Blitar pada Sabtu (6/6/2020).

Bertindak selaku narasumber Dr Supriyono, M.Ed (Wakil Rektor III Unisba Blitar) dan Drs Arif HP, MM (Akademisi dan Pemerhati Pancasila).

Dalam sambutannya, Ketua Pusat Studi Pendidikan Unisba Blitar, M Iqbal Baihaqi, menyampaikan webinar ini digelar dalam rangka launching Pusat Studi Pendidikan FKIP Unisba Blitar.

Launching dilaksanakan secara sederhana bertepatan dengan Bulan Bung Karno dan momen peringatan Hari Lahir Pancasila.

“Kami ingin menggelorakan, walaupun saat ini Indonesia dilanda pandemi Covid-19, namun kita tetap berpegang teguh pada Pancasila. Dengan semangat gelorakan Pancasila, semoga ke depan Pusat Studi Pendidikan ini dapat memberikan manfaat kepada masyarakat, bangsa dan negara,” ungkap Iqbal.

Dia menambahkan, salah satu nilai-nilai Pancasila yang harus terus dilestarikan dan diimplementasikan di masa pandemi adalah kegotongroyongan yang sejak dulu diajarkan oleh Bung Karno.

“Bung Karno mengajarkan kita untuk bergotong royong membangun negara. Ayo bersama-sama dan gotong royong kita lawan Covid-19 dengan ikuti anjuran dan imbauan pemerintah dengan hidup sehat, pakai masker saat kegiatan dan jaga jarak,” imbuhnya.

Sementara itu Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unisba Blitar, Devita Sulistiana dalam sambutanya menyampaikan sebagai bangsa yang besar dan diakui dunia, Indonesia memiliki ideologi pegangan yakni Pancasila.

Nilai-nilai Pancasila yang hanya dimiliki bangsa Indonesia dan tidak dimiliki bangsa lain harus terus menerus diimplementasikan meskipun dalam situasi pandemi.

“Mudah-mudahan acara ini dapat menambah semangat kita untuk berkarya dan menggelorakan nilai-nilai Pancasila di tengah pandemi. Hari ini adalah hari yang penuh tantangan. Berbekal nilai-nilai Pancasila dengan semangat kegotongroyongan semoga kita bisa melewati badai pandemi ini bersama-sama,” kata Devita.

Dalam paparannya selaku narasumber, Arif HP selaku akademisi dan pemerhati Pancasila menyampaikan sesungguhnya Pancasila bukanlah hal baru bagi rakyat Indonesia.

Pancasila sudah mendarah daging di kehidupan dan budaya rakyat Indonesia.

Baca Juga : International Webinar Bersama KBRI, Unisba Bedah Potensi Investasi di Ethiopia dan Afrika

“Di setiap gerak langkah bangsa ini telah tercermin nilai-nilai karakter, kebiasaan, budaya yang terangkum di dalam Pancasila itu sendiri. Tiada lain, Pancasila lahir dari bumi Indonesia ini. Digali dari budaya, karakter, nilai, tatanan hidup masyarakat Indonesia, yang beratus-ratus tahun lamanya telah berkembang dalam peradaban Indonesia, sehingga Pancasila adalah karakter orang Indonesia, karakter yang kuat dan teruji selama ratusan tahun lamanya,” kata Arif.

Karakter dari Pancasila diharapkan mengakar di seluruh lapisan masyarakat sebagai jati diri dan melawan budaya asing yang masuk ke NKRI.

“Karakter ini hendaknya tetap tercermin disetiap gerak langkah masyarakat kita. Terutama para generasi muda, anak-anak kita di tengah maraknya budaya asing yang bertentangan dengan jati diri kita,” tegasnya.

Dikatakannya pula, nilai-nilai yang tertuang di dalam kelima sila Pancasila sudah sangat jelas bahwa bangsa ini seharusnya mampu mengatasi atau menanggulangi setiap permasalahan termasuk Covid-19.

Pancasila yang digali dari peradaban ratusan tahun dan telah berasil lulus dari berbagai cobaan dan permasalahan.

“Pada setiap individu semestinya tertanam nilai nilai Pancasila ini yang menjadikannya sebagai individu yang memiliki karakter kuat. Kuat dalam setiap menghadapi permasalahan yang dihadapi, mampu mencari solusi yang tepat dan terbaik bagi dirinya dan orang lain. Tentu hal ini akan berhasil dilakukan dengan kembali mengingat jati diri kita, nilai nilai yang terpatri di dalam Pancasila,” tandasnya.