Ilustrasi.(Foto : Ist/Google Images)
Ilustrasi.(Foto : Ist/Google Images)

Masyarakat Kabupaten Blitar diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan di masa pandemi corona (covid-19). Imbauan ini menyusul ditemukanya tiga kasus positif covid-19 baru yang masuk dalam kategori OTG (orang tanpa gejala).

 Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Blitar Krisna  Yekti mengatakan, ketiga OTG tersebut masing-masing perempuan berusia 29 tahun dari Kecamatan Doko, laki-laki 41 tahun dari Kecamatan Kesamben, dan laki-laki 21 tahun Kecamatan Wlingi. Mereka diketahui positif covid-19 setelah melakukan test swab mandiri saat mencari permohonan permohonan surat pernyataan bebas covid-19 di Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar. 

Baca Juga : Tekan Penularan Covid-19, Pemkab Malang Instruksikan WFH dan WFO bagi ASN

"Ketiga orang itu OTG. Mereka mencari surat keterangan bebas covid untuk keperluan kerja. Kami mendapat laporan ketiganya positif langsung dari laboratorium tempat mereka test swab secara mandiri. Dua orang melakukan test swab mandiri di Malang dan satunya lagi test di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi,” ungkap Krisna Yekti, Jumat (19/6/2020). 

Dari hasil penelurusan yang dilakukan Dinas Kesehatan, mereka juga diketahui memiliki riwayat bepergian ke luar daerah. Pasien positif dari Kecamatan  Wlingi pernah berobat ke Solo pada 4 -6 Juni lalu. Kemudian pasien positif asal Kecamatan Doko baru pulang dari Tarakan akhir Maret lalu. Lalu positif  dari Kecamatan Kesamben adalah sopir dengan mobilitas tinggi.

“Ini menjadi peringatan bagi kita untuk meningkatkan kewaspadaan. Masyarakat kami minta untuk ekstrawaspada dan disiplin menjalankan protokol kesehatan,” ucap Krisna. 

Krisna menambahkan, OTG berpotensi besar menularkan ke orang lain karena dirinya merasa sehat sehingga leluasa beraktivitas ke mana-mana. "OTG ini leluasa beraktivitas karena dia merasa sehat. Dan ini justru berbahaya karena mereka berpotensi menularkan ke orang lain. Kami minta masyarakat untuk terus waspada dan patuhi protokol kesehatan. Terus pakai masker saat beraktivitas untuk menekan penularan,” tandasnya. 

Lebih dalam Krisna menyampaikan, Dinas Kesehatan telah melakukan tracing dan hasil sementara ada beberapa orang dari keluarga pasien yang diisolasi meski hasil rapid test menunjukan non-reaktif.  Saat ini tracing juga masih dilakukan karena gugus tugas tidak ingin kecolongan. 

“Kami tak ingin kecolongan lagi karena aktivitas OTG itu tak terkendali. Oleh sebab itu, tracing kami perluas.  Yang kontak erat dalam waktu dekat akan kami test swab untuk memastikan kondisi kesehatan mereka,” ujarnya. 

Baca Juga : Kunjungi Al-Hikam, Gubernur Khofifah Minta Doa untuk Keselamatan Jatim

Kabar terkini menyebut dua dari ketiga OTG telah menjalani isolasi di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi. Sementara satu lagi belum terkonfirmasi apakah sudah diisolasi atau belum. 

“Kami meminta ketiga OTG untuk menjalani isolasi di rumah sakit. Ini untuk memudahkan pengambilan test swab berikutnya. Di rumah sakit lebih aman dan tidak menulari kontak erat. Di rumah sakit juga memudahkan perawatan terhadap pasien,” jlentrehnya.

Sekadar diketahui, penularan covid-19 di Kabupaten Blitar sejauh ini cukup landai. Kabupaten Blitar mencatat 17 kasus positif covid-19. Rinciannya, dari 17 kasus ini, 3 meninggal, 7 sembuh,  serta 7 masih dalam masa observasi dan perawatan.