Gus Hans
Gus Hans

Corona adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti pneumonia, Middle-East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Seseorang dapat tertular corona virus atau COVID-19 melalui berbagai cara, yaitu:
Tidak sengaja menghirup percikan ludah dari bersin atau batuk penderita COVID-19.
Memegang mulut atau hidung tanpa mencuci tangan terlebih dulu, setelah menyentuh benda yang terkena cipratan air liur penderita COVID-19.
Kontak jarak dekat dengan penderita COVID-19, misalnya bersentuhan atau berjabat tangan.

Jika kita lebih tau sejak dini maka Corona dapat disembuhkan dan dapat dihindari dengan menjaga PHBS ( pola hidup bersih dan sehat ) serta menjaga stamina tubuh tetap VIT. 

Justru dampak yang paling ditakutkan adalah ; kepanikan , padahal efek psikologis dan sosial ini bisa jadi malah dapat menimbulkan maslah baru baik secara personal maupun masal.

Secara psikis ketika ada ketakutan yg berlebihan kepada mereka yg terpapar virus ini justru akan memperparah keadaan bagi si penderita. Karena seperti kita ketahui, salah satu penentu kesembuhan dan tidaknya pasien itu bergantung juga dari pikirannya sendiri.

Dampak sosial yang memperparah keadaan adalah kepanikan massal yang bisa memperkeruh suasana dan berdampak pada kestabilan umum. Praktik borong habis sembako di super market adalah bentuk kepanikan yang tidak perlu dilakukan, karena hal ini akan mengakibatkan stabilitas ekonomi baik mikro maupun makro terganggu.

Dampak yg sudah dapat dirasakan akibat corona virus ini adalah melemahnya bisnis transportasi dan Traveling yang berdampak pada kerugian material yang tak terhitung jumlahnya.

Corona ini memang seakan seperti “kiamat sughro” bagi penyelenggara jasa umroh , kita harus menghargai keputusan Saudi yang sedang memprotes negaranya dari hal hal yg dianggap membahayakan.

Adanya informasi terpaparnya 2 WNI oleh corona virus ini Memurut sy masih wajar karena dengan besarnya jumlah penduduk serta luasnya wilayah indoensia pasti memiliki potensi keluar masuknya WNI dan WNA masuk ke wilayah indoneisa melalui jalur yg tidak resmi mengingatkan bibir pantai yg kita miliki termasuk terpanjang dunia.

Langkah yang harus kita lakukan adalah tetap waspada, jaga stamina tubuh, segera bawa ke dokter jika ada keluarga yang demam ada gangguan pernafasan serta Flu, hindari melakukan hal hal yang justru memicu kepanikan massal dengan cara tidak menyebarkan informasi yang belum tentu valid ttg dampak virus ini kepada publik.

Memang sampai sekrang belum ada obat yang terverifikasi mampu menyembuhkan penyakit yg dibawa oleh corona virus dalam stadium tertentu , tapi bukan kah sampai sekrang pun masih belum ada obat HIV / AIDS toh kita tidak panik ? 

Salam sehat ,Tetap semangat .

Zahrul Azhar As MKes , 
Alumni IKM F kedokteran UGM